Tampilkan postingan dengan label BELAJAR BAHASA KOREA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BELAJAR BAHASA KOREA. Tampilkan semua postingan

Tentang Batchim (받침)

Batchim disebut juga konsonan akhir. Maksudnya adalah ada beberapa huruf konsonan yang apabila berada pada akhir suku kata memiliki bunyi yang berbeda ketika dia berada di awal suku kata.

* huruf ㄱ,ㄲ, ㅋ di akhir suku kata dibaca – k
contoh: 학교(hakkyo), 책상(chaeksang), 밖 (bak), 부엌 (bu-eok)

* huruf ㄴ di akhir suku kata dibaca – n
contoh: 인사 (insa), 반 (ban), 한국어 (han-gugeo)

* huruf ㄷ, ㅌ, ㅅ, ㅆ, ㅈ, ㅊ,ㅎ di akhir suku kata dibaca – t
contoh: 닫다 (datta), 끝 (keut), 옷 (ot), 있다 (itta), 늦다 (neutta),
꽃 (kot), 히읗 (hi-eut)

* huruf ㄹ di akhir suku kata dibaca – l
contoh: 교실 (gyosil), 칠판 (chilpan), 겨울 (gyeo-ul), 가을 (ga-eul)

* huruf ㅁ di akhir suku kata dibaca – m
contoh: 봄 (bom), 여름 (yeoreum), 이름 (ireum), 엄마 (eomma), 김치 (gimchi)

* huruf ㅂ, ㅍ di akhir suku kata dibaca – p
contoh: 비빔밥 (bibimbap), 옆 (yeop), 앞 (ap)

* huruf ㅇ di akhir suku kata dibaca – ng
contoh: 가방 (gabang), 화장실 (hwajangsil), 운동장 (undongjang)

Konsonan Akhir Gabungan
Konsonan akhir gabungan terdiri dari 2 jenis yaitu konsonan depan yang diucapkan atau konsonan belakang yang diucapkan.

1. Konsonan depan yang diucapkan
Konsonan Akhir Gabungan Pengucapan. Contoh:
ㄳ ㄱ 몫 [목] mok
ㄵ ㄴ 앉다 [안따] anta
ㄶ ㄴ 많다 [만타] mantha
ㄺ ㄹ 읽고 [일꼬] ilko
ㄼ ㄹ 넓다 [널따] neolta
ㄽ ㄹ 곬 [골] gol
ㅀ ㄹ 잃다 [일타] iltha
ㄾ ㄹ 핥다 [할따] halta
ㅄ ㅂ 없다 [업따] eopta

2. Konsonan belakang yang diucapkan
Konsonan Akhir Gabungan Pengucapan. Contoh:
ㄺ ㄱ 닭 [닥] dak
ㄻ ㅁ 젊다 [점다] jeomda
ㄼ ㅂ 밟다 [밥따] bapta
ㄿ ㅍ 읊다 [읍다] eupta


Aturan Pengucapan

1. Penyambungan bunyi
Jika konsonan di akhir suku kata (batchim) bertemu dengan vokal di awal suku kata berikutnya, maka pengucapannya disambung.
Contoh :
일어나다 [이러나다] ireonada
걸어가다 [거러가다] georeogada
군인 [구닌] gunin
이것은 [이거슨] igeoseun
무엇입니까? [무어십니까?] mu-eosimnikka?

2. Perubahan Bunyi
a. Huruf ㄱ, ㄷ, ㅂ, ㅅ, ㅈ dibaca ㄲ, ㄸ, ㅃ, ㅆ, ㅉ bila berada setelah batchim
(ㄱ,ㄷ,ㅂ)
Contoh:
ㄱ -> ㄲ : 먹고 dibaca [먹꼬] meokko, 믿고 dibaca [믿꼬] mitko,
잡고 dibaca [잡꼬] japko.

ㄷ -> ㄸ : 먹다 dibaca [먹따] meokta, 믿다 dibaca [믿따] mitta,
잡다 dibaca [잡따] japta.

ㅂ -> ㅃ : 먹보 dibaca [먹뽀] meokpo, 돌솥밥 dibaca [돌솓빱] dolsotpap,
집배원 dibaca [집빼원] jippaewon.

ㅅ -> ㅆ : 먹습니다 dibaca [먹씁니다] meoksseumnida,
믿습니다 dibaca [믿씁니다] mitsseumnida,
잡습니다 dibaca [잡씁니다] japsseumnida.

ㅈ -> ㅉ : 먹지 dibaca [먹찌] meokci, 믿지 dibaca [믿찌] mitci,
잡지 dibaca [잡찌] japci.

b. Huruf ㄱ, ㄷ, ㄹ, ㅂ, ㅈ dibaca “g, d, r, b, j” bila berada diantara vokal
Contoh:
먹어요dibaca [머거요] meogeoyo
믿어요 dibaca [미더요] mideoyo
알아요dibaca [아라요] arayo
잡아요 dibaca [자바요] jabayo
맞아요 dibaca [마자요] majayo

c. Batchim [ㄱ], [ㄷ], [ㅂ] akan dibaca [ng], [n], [m] ketika bertemu
bunyi nasal ㄴ, ㅁ.
Contoh:
먹는다 dibaca [멍는다] meongneunda, 백만 dibaca [뱅만] baengman
옷만 dibaca [온만] onman, 닫는 dibaca [단는] danneun
십만 dibaca [심만] simman, 입니다 dibaca [임니다] imnida

d. Ketika ㄴ bertemu ㄹ akan menjadi ㄹ + ㄹ dan berbunyi [ㅣ],
proses ini disebut lateralisasi.
ㄴ + ㄹ -> ㄹ + ㄹ
ㄹ + ㄴ -> ㄹ + ㄹ

Contoh:
연락 dibaca [열락] yeollak, 전라도 dibaca [절라도] jeollado,
신라 dibaca [실라] silla
설날 dibaca [설랄] seollal, 오늘날 dibaca [오늘랄] oneullal

e. Pada posisi batchim, huruf ㄷ dan ㅌ akan dibaca ㅈ dan ㅊ bila bertemu
vokal 이 “i”, proses ini disebut palatalisasi.

ㄷ + 이 → ㅈ
ㅌ + 이 → ㅊ

Contoh:
맏이 dibaca [마지] maji, 해돋이 dibaca [해도지] haedoji
같이 dibaca [가치] gachi, 받이 dibaca [바치] bachi

3. Penghapusan
Batchim ㅎ tidak berbunyi ketika berada diantara huruf ㄴ, ㄹ, vokal
dan huruf ㄴ, vokal.


ㄹ + ㅎ + vokal → ㅎ hilang / tidak dibaca
vokal

Contoh:
많아요 dibaca [만 + 아요 -> 마나요] manayo
싫어요 dibaca [실 + 어요 -> 시러요] sireoyo
좋아요 dibaca [조 + 아요 -> 조아요] joayo


ㄹ + ㅎ + ㄴ → ㅎ hilang / tidak dibaca
vokal

Contoh:
않는 dibaca [ 안 + 는 -> 안는] anneun
끓는다 dibaca [끌 + 는다 -> 끌른다] keulleunda
좋냐 dibaca [조 + 냐 -> 조냐] jonya

4. Pengucapan dengan aspirat (ㅎ) / aspirasi
Apabila huruf ㅎ bertemu dengan huruf ㄱ, ㄷ, ㅂ, ㅈ akan berbunyi ㅋ, ㅌ, ㅍ, ㅊ.

Contoh:
좋고 dibaca [조코] jokho, 먹히다 dibaca [머키다] makhida
좋다 dibaca [조타] jotha, 못하다 dibaca [몯 + 하다 모타다] mothada
잡히다 dibaca [자피다] japhida
낳자 dibaca [나차], 맞히다 dibaca [마치다] machida
Konsonan “ㅇ” (kosong) bila terletak di depan vokal berguna untuk membunyikan vokal tersebut, contoh : 알아요 [a-ra-yo]. Sedangkan bila letaknya dibawah akan berbunyi “ng” , contoh : 양말 [yang-mal]

‘ㄹ’ bila terletak di awal atau diantara vokal berbunyi ‘R’ contoh 꼬리 [ko-ri], tapi bila terletak di akhir kata atau setelahnya ada konsonan berbunyi ‘L’ contoh 연필 [yeon-phil], bila terdapat ‘ㄹ’ ganda berbunyi ‘L’ contoh 빨리 [pal-li]

의 di awal kata dibaca “eui” contoh : 의자 [eui-ja] , 의 di tengah kata dibaca ” i ” contoh : 여의다 [yeo-i-da] , 의 di akhir kata dibaca “e” contoh : 언니의 친구 [eonni-e chin-gu]


Sumber: mygenieworld.wordpress.com

By korean insight with No comments

Aturan Penulisan Suku Kata

Hangeul terdiri atas 14 konsonan dasar dan 10 vokal dasar. Jika konsonan dan vokal bergabung, maka akan dihasilkan sebuah suku kata (syllables). Konsep suku kata adalah kunci dalam alfabet Korea. Kata terdiri atas suku kata yang mengikuti aturan dasar di bawah ini :

1. Satu suku kata dimulai dengan konsonan.
2. Satu suku kata minimal memiliki satu konsonan dan satu vokal.
3. Masing-masing suku kata ditulis dalam satu kotak
4. Penulisan dan pembacaan dalam satu kotak dimulai dari kiri ke kanan, atas ke bawah.
5. Ada dua macam vokal dalam penulisannya, yaitu vokal vertikal dan vokal horizontal.

Suku kata yang terdiri dari konsonan dan “vokal vertikal” ditulis dengan cara konsonan di kiri dan vokal di kanan. Vokal vertikal : ㅏ ㅑ ㅓ ㅕ ㅣ ㅐ ㅒ ㅔ ㅖ
Suku kata yang terdiri dari konsonan dan “vokal horizontal” ditulis dengan cara konsonan di atas dan vokal dibawahnya. Vokal horizontal : ㅗ ㅛ ㅜ ㅠ ㅡ

6. Dalam bahasa Korea, ada suku kata yang diawali dengan huruf vokal. Disini kita tidak bisa langsung menuliskan vokalnya, tetapi vokal harus didahului oleh ㅇ (silent placeholder). Jika berada di akhir suku kata, huruf ini menjadi konsonan dan dibaca ng.

Berikut ini contoh penulisannya :

Suku suku kata dengan satu konsonan dan satu vokal vertikal :
ㅎ (h) + ㅏ (a) = (ha)
ㄴ (n) + ㅏ (a) = (na)
ㄱ (k) + ㅑ (ya) = 갸 (kya)

Suku kata yang terdiri atas satu konsonan dan satu vokal horizontal :
ㅁ (m) + ㅗ (o) = 모 (mo)
ㄱ (k) + ㅕ (yeo) = 겨 (kyeo)

Suku kata yang terdiri atas konsonan – vokal vertikal – konsonan :
ㅎ (h) + ㅏ (a) +ㄴ (n) = 한 (han)

Suku kata yang terdiri atas konsonan – vokal horizotal – konsonan :
ㄱ (g) + ㅜ (u) + ㄱ (k) = 국 (guk)
ㄲ (kk) + ㅜ (o) + ㅇ (ng) = 꿍 (kkoong)

Suku kata yang terdiri atas konsonan – vokal vertikal – konsonan – konsonan :
ㄷ (d) + ㅏ (a) + ㄹ (l) + ㄱ (k) = 닭 (dak)

Suku kata yang diawali dengan vokal :
ㅇ + ㅜ (u) = 우 (u)
ㅇ + ㅏ (a) + ㄴ (n) = 안 (an)
ㅇ+ㅓ(eo) +ㅂㅅ (p) = 없 (eop)

Kata yang merupakan gabungan dari dua suku kata :
하 (ha) + 나 (na) = 하나 (ha-na)
한 (han) + 국 (guk) = 한국 (han-guk)


Sumber:  icus.wordpress.com 

By korean insight with No comments

Mengenal Hangeul



Hangeul (한글) mulanya bernama Hunminjugeum (훈민 정음) yang berarti bunyi (tulisan) yang digunakan untuk mendidik masyarakat. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada masa kejayaan dinasti Yi (Kerajaan Chosun). Hangeul ini diciptakan untuk membuat suatu keterangan hak kepemilikan pada masa itu yang mengalami kekacauan. Hangeul ini disusun berdasarkan ajaran Budha yang menggambarkan surga (titik), bumi (garis horizontal) dan manusia (garis vertical).

 
Sebelum hangeul diciptakan, masyarakat Korea menggunakan bahasa Korea ketika berbicara, namun menggunakan tulisan Cina karena belum mempunyai sistem penulisan sendiri. Tulisan Cina yang sangat berbeda dengan bahasa Korea menyulitkan masyarakat Korea. Tulisan Cina dianggap rumit untuk digunakan oleh masyarakat Korea karena sulit dibaca dan dihafalkan. Selain itu, satu huruf pada tulisan Cina memiliki berbagai arti sehingga kadang-kadang bersifat ambigu dan menimbulkan berbagai penafsiran dalam komunikasi tulisan oleh masyarakat Korea.

Pada abad ke-19, romanisasi huruf hangeul diberikan oleh orang barat untuk menamakan tempat dan nama orang Korea. Diantara mereka,   McCune-Reischauer system, kolaborasi dari dua warga negara amerika, yang telah digunakan secara international dari tahun 1939. Akan tetapi, sistem ini sangat sulit dipahami dan digunakan warga Korea karena berdasarkan kognitif orang barat. Oleh karena itu, Juli 2000 Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Korea mengumumkan  New Romanization.   Pengucapan Korea harus diterjemahkan dalam huruf Romawi dengan perbedaan penting antara 'ㄱ, ㄷ, ㅂ, ㅈ' dan 'ㅋ, ㅌ, ㅍ, ㅊ' harus dinyatakan dalam 'g, d, b, j 'dan' k, t, p, ch '. Huruf Hangeul untuk 'ㅣ'  dan 'ㅡ' digunakan 'eo' dan 'eu' .
     
Hangeul terdiri dari 14 huruf konsonan, 5 huruf konsonan rangkap, 10 huruf vokal dan 11 huruf vokal rangkap. Penulisan huruf Hangeul dimulai dari kiri ke kanan dan dari atas ke bawah.

Cara penulisan huruf hangeul:




Check this out!!



By korean insight with No comments